Words Beyond My Life

Sebuah kata yang keluar dari mulut seorang sahabat. Saya kemudian tersedak dan diam.

Beberapa waktu belakangan saya memang sempat dilanda sebuah perasaan aneh ketika berada di tengah banyak orang, padahal saya biasanya senang berada di tengah keramaian. Tidak kesepian dan menyenangkan. Tapi belakangan ini perasaan senang itu menjadi sebuah perasaan mengganjal dan tidak nyaman.

Ternyata perubahan sikap saya itu tidak berhenti sampai disini, menjadi lebih sensitif dan tempramen menjadi diri baru saya yang sejujurnya sering saya sesali. Bahkan teguran dari orang terdekat pun kian berdatangan. Ada apa sebenarnya? Saya berdiam dan berfikir, memutar kembali semua yang pernah saya lakukan, mencari siapa diri saya sebenarnya dan seperti apa saya dulu.

Belakangan saya menemukan jawabannya, Krisis Eksistensi. Saya terlalu keras nampaknya untuk mencari sebuah eksistensi dan takut akan kehilangan anggapan dari orang lain. Ingin menjadi yang utama, diperhatikan dan sejenisnya. Ternyata karena saya sempat mengalami krisis eksistensi. APa itu tuntutan lingkungan sekitar? Tidak. Apa itu tuntutan sahabat? Tidak. Apa itu tuntutan pekerjaan? Tidak juga. Saya sendiri tidak tahu karena apa. Yang saya tahu saya tidak mendapatkan kepuasan ketika saya menjadi “orang lain”, ketika saya menjadi seru dan ketika saya menjadi “berisik”.  Saya tilik2 lagi, itu bukanlah saya. Dan saya menyesal karena krisis itu membuat saya menjadi orang lain yang berkarakter keras seperti telur yang direbus didalam air mendidih.

Tidak semua orang dilahirkan dengan sifat yang sama. Ada yang pendiam dan ada yang ramai. Ada yang supel dan ada yang sulit bergaul. Kebutuhan untuk berasosiasi, kebutuhan untuk diterima di tengah sosial dan kebutuhan untuk dianggap di suatu komunitas, memang harus dipenuhi. Namun hati-hati, terkadang kebutuhan itu menjadi sedikit berlebih dan justru mendorong menjadi sebuah tuntutan yang membuat kita menjadi orang lain yang nampak berlebihan. KEbutuhan akan eksistensi terutama di lingkungan sosial, menjadi pemicu sikap-sikap “palsu” di dalam diri, buruknya dapat membuat seseorang berlomba dalam materi. Tidak ada yang salah dalam hal ini, karena ini pun merupakan reaksi dari sebuah hukum “seleksi” alam.

Tidak ada maksud apapun dalam tulisan ini, hanya sebuah cerita sederhana sebagai cermin mungkin bagi saya atau mungkin bagi orang yang merasa seperti saya. Ternyata hidup dalam keaslian diri dan apa adanya sebagai sosok pribadi yang utuh mendatangkan jiwa yang lebih tenang dan hidup yang lebih damai. Bisa diterima dan menerima serta menjalankan dengan ketulusan adalah kedamaian yang sebenarnya. Seperti sebuah posisi yang diagungkan dalam Yoga yaitu Namaste yang memiliki arti berterima kasihlah pada dirimu dan disanalah kecantikan dirimu yang sebenarnya.

Disini membuat saya percaya bahwa tidak ada yang salah dalam sebuah terbentuknya kelompok-kelompok pertemanan apapun namanya, dalam hal tertentu ada kecocokan yang memang tidak bisa dijelaskan. Hal ini menimbulkan kenyamanan dalam pengekspresian diri, selama bukan untuk mengekslusifkan diri. Pelajaran ini ada hal yang sangat berharga dalam kehidupan.

Salam, Namaste.

Advertisements

Well, people are growing up. The will be, they must be or they are. growing up its not a choice.

Sebenernya kata-kata being someone that you’re not bukan berarti ngga bisa lagi menjadi diri sendiri. Tetapi menjadi seseorang yang tidak bisa lagi melakukan segala sesuatunya sesuka hati.  Banyak yang harus dipertimbangkan, banyak yang harus dipikirkan, terutama efeknya bagi orang sekitar.

Sebenernya disini gw mengalami sedikit dilema, another dilemma if I could say. suatu hari gw membaca speechnya Steve Jobs yang berkata “Find what you love. Dont settle until you find one”. Terkadang untuk mencari sesuatu yang disuka muncul sifat egois, padahal untuk menjadi orang yang dewasa being selfish is one thing that would fail you of growing up itself.

Disini gw blajar banyak hal dalam proses menjadi dewasa, mungkin salah mungkin benar, mungkin juga ada diantara kalian yang mengalami hal yang sama seperti gw :

1. Gw adalah anak tunggal dengan masa lalu lumayan diprotect dan lumayan dimanja. so, efeknya sekarang adalah gw lumayan egois. karena gw anak tunggal gw biasanya lebih sering untuk memikirkan diri sendiri daripada orang lain. OKAY! that is my biggest failure in life, being selfish. Tetapi gw sangat bersyukur punya orang tua dan pacar yang selalu mengingatkan gw tentang hal ini, membuat gw tersadar bahwa menjadi dewasa tidak bisa lagi bersifat egois. Orang dewasa selalu memikirkan keadaan sekitar dengan tetap menjaga pendiriannya dan peka terhadap lingkungan sekitar.

2. Gw adalah anak yang suka berfikir terlambat. bukan terlambat dalam arti lemot. Tapi bisa dibilang nekat. I’ll do anything without purpose and think in advance. Jalanin aja, gitu kalo kata temen gw yang bernama ichaling. Ternyata, menjadi dewasa juga adalah berfikir sebelum bertindak, berfikir sebelum berbicara. Kenapa harus demikian? Kalau ajaefeknya cuma kita yang merasakan it would be just fine, tapi kalau orang lain ikut rugi woow no no no.

3. Bisa memimpin dan dipimpin. Seorang yang dewasa berarti harus bisa memimpin dan di pimpin. Ini gw pelajarin  dalam kehidupan gw dikampus dan kehidupan cinta. Sesorang yang hanya bisa memimpin mungkin akan sukses, tapi keadaan kadang-kadang membuat kita harus bisa berada di bawah. Kalau kita terus berada di atas, kita mungkin ngga akan bisa menghargai orang yang ada di bawah. Bisa dipimpin berarti kita juga bisa menghargai susahnya memimpin. Intinya,untuk menjadi dewasa, kita harus bisa menghargai siapapun dalam kondisi apapun, belajar untuk membuka hati dan pikiran supaya bisa menerima pendapat dari orang lain.

4. Bekerja dengan ikhlas. Ini juga salah satu tantangan terbesar dalam hidup. Ini juga ada kaitannya sama nomer 1. Gw adalah anak yang super duper bosenan. Jarang bisa bertahan melakukan sesuatu yang sama untuk waktu yang lama, kecuali gwsangat menyukai hal itu. Disini gw belajar bahwa seorang yang dewasa harus bisa menerima apapun yang diberikan kepadanya. Ini susah banget, karena terkadang kita cenderung meninggalkan sesuatu yang nggak kita suka,padahal mungkin di sisi lain itulah yang terbaik.

Kyaknya baru segitu aja yang bisa gw tuliskan dan yang gw pelajari untuk menjadi dewasa. Menjadi dewasa is worth a big challenge in life. we just live once, so be a good one.  Mudah-mudahan masih banyak lagi yang bisa kita pelajarin sama-sama. Life is great, the way it should be. Belajar banyak hal dalam hidup akan membuat kita lebih baik, while being perfect just give you nothing.

So, good day!

Banyak banget hal yang ada di kepala gw sekarang. Dari mulai merasa ada masalah dalam diri gw sendiri, tugas, dan berita-berita orang sekeliling gue yang cukup buat bikin rambut gw rontok saking setresnya. Gw sampe bingung harus ngapain dalam keadaan kayak gini, karena semua ini udah cukup bikin gue gabisa dapetin spot ketika pirouette (baca: ga fokus). Tapi kadang-kadang gw bersyukur punya  sahabat yang kuliah di psikologi. Setelah gw bingung harus ngapain, akhirnya dia menyuruh gw untuk menulis lagi, mengurangi tensi yang ada di kepala gw dan mengembalikan semua fokus hidup gw. Yap, sahabat gw si calon psikolog itu adalah Saskhya Aulia Prima. Thank God that you’re exist darla. Gw akan sepenuhnya mencoba menjalani semua saranmu.

Masalah pertama : Masalah internal

Hampir sebulan belakangan ada perasaan aneh yang muncul di hari-hari gue. Ketidaknyamanan ketika sedang berhadapan dengan orang lain, ada perasaan ga lepas,ganjel, dllpokonya ga nyaman deh. Setelah gw berfikir dan merasa-rasa, ternyata gw merasa kehilangan diri gue sendiri. Siapa sebenernya gue, seperti apa gue yang asli. Selama ini gw selalu berusaha beradaptasi dengan orang lain, mau mengetahui apa yang orang butuhkan dari gue, menjadi seseorang yang orang lain butuhkan. At the end of the point, gue menjadi seorang YES girl.

Ternyata menjadi seorang Yes girl, it is not that good. Mungkin niatnya gamau mengecewakan orang lain, but when we finally cross our own limit then it would fail everything down. Limit dalam artian kemampuan diri buat mengerjakan semua itu. Pada akhirnya bisa jadi bumerang buat diri sendiri, kalokita gabisa nyelesein semuanya dengan baik. That’s the the first point I got.

Yang kedua adalah ketika gw berusaha beradaptasi terlalu dalam, dan menjadi yang orang X mau, gw kehilangan sedikit dari gue dan menjadi ada unsur X dalam diri gw. Ketika gw bertemu orang Z, maka ada unsur Z dalam diri gw. Begitu seterusnya sama didalam diri gw akhirnya ada unsur A-Z bahkan kombinasi AF, HJ, UT, dll. Sekarang gw capek sendiri dan kangen sama diri gw yang dulu. Nobody’s perfect, mungkin emang gw gabisa deket sama semua orang, and that would be just fine I guess. Tapi untuk mengenal banyak orang, kayaknya justru bakal ngebantu untuk menemukan lagi siapa diri gw sebenernya ketika gw menemukan orang-orang yang membuat gw tidak perlu basa-basi dan bisa sepenuhnya menjadi diri gw sendiri.

Masalah kedua : Masalah di eksternal.

Dalam waktu belum sampai 2 minggu, udah ada 4 berita dan kejadian yang membuat gw sangat sedih dan jujur cukp membuat kepala gw berat, pengen gw tuker dulu rasanya.

  1. Seorang sahabat dari pacar gue terpaksa harus mengundurkan diri dari ITB. Kenapa gue harus sedih? Padahal bukan sahabat gue dan gw jarang ketemu? Pertama, dia anak tunggal sama kayak gue, mengalami masalah yang sama dengan gue jadi gue ngerasa punya sodara senasib. Bahkan dia mengalami masalah percintaan yang sebelas dua belas sama gue. So that’s why gue uda merasa dia seperti adek gw. Walaupun gue Cuma pernah dicurhatin beberapa kali. Selain itu, gw sedih karena pacar gw sedih, dia harus kehilangan sahabat terbaiknya yang bisa membuat dia ngerasa ga harus macem-macem dan bisa berteman dengan amat nyantai. Jujur gw broken heart karena masalah ini,broken heart ga harus masalah cinta kan??

Tapi banyak hikmah yang bisa gw ambil dari sini,it was just like a bomb blast! Semua masalah yang dulu dia curhatin ke gue, terjawab. Masalah percintaannya dengan seorang wanita sebut saja N. Menurut gw cinta mereka udah dalem banget, Cuma beberapa halangan yang membuat mereka susah banget buat bisa sama-sama. Salah satu halangannya adalah orang tua temen gue ini yang masih mantannya-minded. Dari masalah percintaan ini bersambung ke masalah akademiknya, dimana dia ngerasa tertekan dan ngga punya semangat lagi ketika si N ini akhirnya terpaksa mundur demi kedamaian keluarga temen gue ini. How pathetic? Tapi sekarang apa, walaupun temen gw harus kehilangan impiannya di ITB, tapi kehidupan pribadinya berubah, ngga 100%, tapi membaik. Orang tuanya perlahan ngurangin tekanan itu, dalam hal akademik dan percintaannya. Dia dibebasin memilih kemana dia mau blajar, cintanya mulai dipertimbangkan untuk diterima, dan satu hal yang ternyata menampar gue juga adalah disini gw sangat melihat arti temen dan sahabat. Ketika satu ngga ada, rasanya ngga sama lagi, hambar. Betapa harusnya temen slalu ada buat tmennya. Ini yang bikin gue bergetar. Betapa solidarity mereka satu sama lain sangat besar. Jujur gue iri, tapi gue bangga bisa menjadi bagian dari ini.

2. Sahabat gue sakit maag. Lama lagi sakitnya sedih banget gw. Jadi bingung deh klo ga kerjaan mau main ke kost-an siapa hehe. get well soon my best! hmm apa yang ada di balik point ini? kesabaran membuahkan hasil. tmen gw ini udah cukup capek dengan perjalanan cinta sebelum2nya, wajarlah anak muda harus melewati lika-liku asem manis cintaa. tapi akhirnya kesabarannya membuahkan hasil karena at the end of waiting, she finally found someone who loved her the way she’d ever dream of. like this!

3. ada temen gue yang mengalami patah hati karena putus cinta. haduu kebalikan banget 2 poin di atas lagi indah2nya cinta yang satu lagi patah hati. hmm.. sebelumnya gw tidak mengenal pasangan ini secara dekat, even I wasnt close to any of them. tapi entah darimana akhirnya malah mendengar dari salah satunya secara almost the detail. and all of the sudden I found the boy is actually serious about their relationship, while I used to hear a different stories back at the time. Setelah gw ngobrol panjang lebar ternyata di balik ke-tengilannya, ini anak lumayan bijaksana. Bisa belajar banyak hal dari kejadian yang bikin dia lumayan broken heart. Mudah-mudahan efek positifnya bertahan lama yaaa :p. Pelajaran yang bisa gw ambil adalah betapa pentingnya komitmen dalam sebuah hubungan dan juga pengertian. Perhatian yang besar ngga menjamin keberlangsungan hubungan tanpa adanya pengertian.

4. Pacarnya kakak sepupu gw tercinta harus masuk ICU. this is one of the hardest part of all things that happened. Setelah berobat seminggu alternatif ternyata dia harus masuk ICU karena kesulitan bernapas dan kehilangan kesadaran. Disini gw kaget banget, karena cuma dalam waktu 2 bulan kesehatannya menurun drastis. Disini hikmah yang gw ambil adalah betapa kita harus mikir panjang terhadap sebuah keputusan yang kita ambil sekarang. Apa yang kita buat hari ini suatu hari akan membuahkan. Dan ga pernah boleh lupa beribadah dan bersyukur sama Tuhan buat semuayang dia titipin. Ketika kesehatan kita diambil, kita ngga bisa dengan mudah menikmati keindahan duniawi. Wow..

5. Dari semua kejadian besar diatas, gw melihat benang merah dari semua kejadian itu. ‘You dont know what you have until its gone’. Sebuah kalimat konklusi yang pendek tapi cukup menampar. Manusia cenderung ngga pernah bisa sadar sebelum di’tampar’ sama yang diatas. Tapi itu sesuatu yang wajar, kita ngga akan pernah menjadi lebih baik kalo ngga pernah gagal.

6. Menjadi diri sendiri adalah hal terbaik dalam hidup. Kehilangan diri sendiri rasanya sangat tidak enak dan menyiksa. Baikburuknya diri kita itu relatif, tergantung pandangan orang. yang penting hanya melakukan yang terbaik dalam hidup untuk menjadi yang terbaik, and be honest to yourself.

Marah.

Posted on: July 23, 2009

masih marah. lagi marah. tetep marah. marah terus.

dari hari itu dia bicara begitu sangat menyakitkan hati gw. sampai hari ini gw belom sudi untuk memberi sapaan atau apapun. gue sendiri juga ngga tau apa yang gw cari dari kemarahan ini. kalo kata orang dan setelah dipikir pake logika juga sangat benar, ngapain gw peduliin omongan yang ngga didasarkan dengan pemikiran yang sopan dan memikirkan perasaan orang lain itu. tapi gw sendiri juga ngga tau jawabannya apa dan kenapa.

wanita yang sekarang bersanding sama dia ngga bersalah. dia ngga ngerti apa-apa, pengen rasanya gw berkenalan dan menjadi teman seperti biasa. tapi itu semua ngga bisa gw lakukan karena kemarahan yang masih ada untuk lelaki itu. bahkan gw jadi terlihat seperti wanita sinis yang tidak suka dan iri atas kebahagiaan orang lain. wow that’s a very harsh thought. fiuhhh…

pacar gw selalu mengingatkan bahwa ngga ada untungnya marah seperti ini sama seseorang, toh dia juga ngga tau kalo gw marah. bener juga, gw cuma kayak orang bego dan anak autis yang punya dunia sendiri, bahkan dunia marah. what the helll happened??  it is so not me. setau gw, gw bukan tipe pendendam yang suka mengungkit-ungkit masa lalu. tapi nggak sama yang satu ini.

kalo gw coba lagi pikir dan pikir apa yang bisa bikin gw kayak gini, mungkin jawabannya cuma satu, kecewa. Selama ini gw selalu berusaha untuk menghormati perasaannya, membiarkan dia melakukan apa yang dia mau. bersikap seperti apapun dia mau, dengan menyimpan dengan rapih semua keinginan dan perasaan gw. ya memang dia juga ngga tau kalo ini yang gw lakukan, seperti yang tadi udah gw sebut gw memang bodoh. tapi perasaan kecewa ini yang udah terlalu dalam dan sangat sulit untuk gw hilangkan. I’m very proud of my mom that she could do it much better than me, she’s kinda person who had no anger at all. your my idol mom. i wanna be a person like you.

jujur gw capek dan lelah atas semua ini. tapi gw ngga tau apa yang bisa gw lakuin untuk menyelesaikan ini semua. sekarang yang ada di kepala gw adalah menghilangkan dia dari hidup gw. mungkin gw akan melakukan kesalahan yang sama seperti dulu, pretending not knowing him at all. maybe that is the best action I would do, because he hurt me too much. but for sure, I wouldn’t do anything to your girl, she is a nice one. congratulation.

problems would never stop coming. setiap hari, setiap bulan, setiap tahun kita selalu berhadapan dengan masalah yang berbeda, even sometimes it comes together in once. Selama ini gw selalu mikir kenapa sih ada aja masalah, kenapa gw ngga berenti2 mendapatkan masalah bahkan dari setiap segi hidup ada aja masalah. Love life, family, school, community. I used to ask to God , why can’t I just live my life peacefully without problem. But then, after all problems happened it would always lead me to A conclusion. Problems teach us more than anything in this world.

Tuhan nggak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita. And its proven, he wouldnt gave us all at once without any wayout. When He close the door, He will open the window. So we could still have the oxygen to breathe and may be to find another way out the room or may be from that window we could re-open the closed door. If we keep staring at the door, we would be frustated, wouldnt we?

Satu hal penting yang gw pelajari lagi about problems was, most of us would just learn how to deal with problems, tapi bukan mencegah masalah jangan sampai terjadi. Karena sebenernya masalah timbul dari tingkah laku kita sendiri yang mungkin ga menimbulkan masalah bagi kita tapi menimbulkan masalah bagi orang lain. So becareful!

Tags:

our silence. our coldness. our prejudice. those things we’ve carried out from the day we ended up until today. To be honest there are so many questions in my head that keep twisting and get me twisted. it would always ended up by deep anger and sadness. I keep digging down there while wishing to see a shimmering gold, but what I got? Its always nothing.

I become so tired today, chasing after your words. Now I have stopped. I finally get the answer about the unfinished business that sucked me in. Its all just the word, “I just dont love you no more”. How stupid I have been?

Now I wont be around your life anymore. And for your information, I never tried to keep up with you and your life. Surprisingly there were always something brought me to you. So please no more prejudice, I will respect you and your life. And please do the same thing to me. I hate it when you’re embarrassed me in front of people who knew nothing. We’ll go separate ways. Hope we have a good life on our own.

I had a fight with someone and this time made me so effing tired. It was an exhausting fight. Both of us stands on our on feet without trying to understand each other’s feelings. But then it make me realise how stubborn we’ve been so far. This time remind me about how important respecting each other is.

When we’re trying to put others in our feet, it becomes harder to understand. So the best way is trying to put our feet in other people shoes. Because this way of thinking push us harder to put away selfishness.

Being respected with other people is only a repayment of respecting. The world around you would only reacting to what you have done. But it won’t start to act by itself.  After all,  everything goes back to ourselves, understand others before we ask to be understood.

Number of days

November 2017
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

My Pages