Posted by: adhiiinnn on: December 19, 2010
Saya tidak mengenalnya, saya mengetahuinya karena pacar saya yang kebetulan berkuliah di Teknik Fisika ITB 2007. Yuniar, seorang teman hebat yang sangat pintar di bidang akademiknya. Namanya selalu disebut ketika ditengah kesulitan mencari jawaban soal kuis atau PR, dia membantu teman2nya menemukan solusi. Sebuah cerita yang sulit ditemui dikampus ini ketika hampir semua orang biasanya enggan memberikan bantuan cuma-cuma mengenai masalah akademik. Meraih nilai yang lebih baik dan persaingan memperoleh indeks prestasi memuaskan agar lebih baik dari yang lain bukan alasan baginya untuk tidak membantu temannya. Hanya sedikit orang sepertinya yang tanpa diminta bahkan berinisiatif untuk membuat bantuan.
Bukan hanya akademik, ternyata kepandaiannya membawa Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika menjadi himpunan yang mampu berwirausaha dan juga “ekonomis”. Keahliannya mampu membuat sms gateway memberikan salah satu pemasukan yang diperhitungkan bagi himpunan, sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran untuk keperluan komunikasi himpunan. Namanya selalu disebut bahkan ketika ada sms pemberitahuan bahwa ada pasangan baru di himpunannya. Berkat sms gateway, berita bahagiapun langsung diketahui teman-teman.
Belum pernah sekalipun saya mendengar cerita yang buruk mengenai Yuniar. Selalu pujian dan kekaguman yang dilihat teman-temannya.
Ironis, 2 hari lalu saya baru saja menikmati kembang api dan kebersamaan yang indah diantara teman2 yang begitu saya cintai di hari lahir saya. Tepat 2 hari kemudian, kabar ini begitu menampar saya keras-keras betapa saya harus mensyukuri waktu yang Tuhan berikan untuk saya. Dan atas nikmat yang telah Dia berikan. Beliau hari ini telah berpulang tanpa sempat menunggu teman-temannya datang untuk menjenguk. Mungkin dia tidak ingin teman-temannya sedih melihatnya dalam keadaan sakit. Mungkin juga ini jalan dari Tuhan untuk menghilangkan rasa sakitnya dan memberikan tempat yang lebih baik di sisi-Nya. Dan benar, hanya kenangan indah bersamanya dan karya-karyanya yang diingat oleh teman-temannya saat ini. Pasti, saya yakin itu.
Semoga Yuniar Gitta Pratama, teman satu angkatan 2007 di ITB, walaupun saya tidak mengenalmu, tetapi cerita baik tetangmu akan selalu saya jadikan contoh. Seorang teman yang penuh keihklasan, tanpa pamrih dan tidak pernah merasa tersaingi untuk menolong sesamanya menjadi lebih baik. Seorang anak yang patuh dan berbakti kepada orang tuanya.
Selamat jalan Yuniar, semoga kamu mendapat tempat di surga, di sisi Allah SWT. Semoga semua dosamu diampuni dan diberi tempat yang mulia di sisi-Nya. Amin Ya Rabbal Alamiin.
December 20, 2010 at 1:20 am
Yuniar kakak kelas saya dulu T.T
December 20, 2010 at 5:50 am
Wah betapa beruntungnya punya kakak kelas yang baik dan pintar kayak dia ya..
semoga karya dan dedikasinya selalu dikenang di hati teman-temannya, Amin