Posted by: adhiiinnn on: November 22, 2009
Well, people are growing up. The will be, they must be or they are. growing up its not a choice.
Sebenernya kata-kata being someone that you’re not bukan berarti ngga bisa lagi menjadi diri sendiri. Tetapi menjadi seseorang yang tidak bisa lagi melakukan segala sesuatunya sesuka hati. Banyak yang harus dipertimbangkan, banyak yang harus dipikirkan, terutama efeknya bagi orang sekitar.
Sebenernya disini gw mengalami sedikit dilema, another dilemma if I could say. suatu hari gw membaca speechnya Steve Jobs yang berkata “Find what you love. Dont settle until you find one”. Terkadang untuk mencari sesuatu yang disuka muncul sifat egois, padahal untuk menjadi orang yang dewasa being selfish is one thing that would fail you of growing up itself.
Disini gw blajar banyak hal dalam proses menjadi dewasa, mungkin salah mungkin benar, mungkin juga ada diantara kalian yang mengalami hal yang sama seperti gw :
1. Gw adalah anak tunggal dengan masa lalu lumayan diprotect dan lumayan dimanja. so, efeknya sekarang adalah gw lumayan egois. karena gw anak tunggal gw biasanya lebih sering untuk memikirkan diri sendiri daripada orang lain. OKAY! that is my biggest failure in life, being selfish. Tetapi gw sangat bersyukur punya orang tua dan pacar yang selalu mengingatkan gw tentang hal ini, membuat gw tersadar bahwa menjadi dewasa tidak bisa lagi bersifat egois. Orang dewasa selalu memikirkan keadaan sekitar dengan tetap menjaga pendiriannya dan peka terhadap lingkungan sekitar.
2. Gw adalah anak yang suka berfikir terlambat. bukan terlambat dalam arti lemot. Tapi bisa dibilang nekat. I’ll do anything without purpose and think in advance. Jalanin aja, gitu kalo kata temen gw yang bernama ichaling. Ternyata, menjadi dewasa juga adalah berfikir sebelum bertindak, berfikir sebelum berbicara. Kenapa harus demikian? Kalau ajaefeknya cuma kita yang merasakan it would be just fine, tapi kalau orang lain ikut rugi woow no no no.
3. Bisa memimpin dan dipimpin. Seorang yang dewasa berarti harus bisa memimpin dan di pimpin. Ini gw pelajarin dalam kehidupan gw dikampus dan kehidupan cinta. Sesorang yang hanya bisa memimpin mungkin akan sukses, tapi keadaan kadang-kadang membuat kita harus bisa berada di bawah. Kalau kita terus berada di atas, kita mungkin ngga akan bisa menghargai orang yang ada di bawah. Bisa dipimpin berarti kita juga bisa menghargai susahnya memimpin. Intinya,untuk menjadi dewasa, kita harus bisa menghargai siapapun dalam kondisi apapun, belajar untuk membuka hati dan pikiran supaya bisa menerima pendapat dari orang lain.
4. Bekerja dengan ikhlas. Ini juga salah satu tantangan terbesar dalam hidup. Ini juga ada kaitannya sama nomer 1. Gw adalah anak yang super duper bosenan. Jarang bisa bertahan melakukan sesuatu yang sama untuk waktu yang lama, kecuali gwsangat menyukai hal itu. Disini gw belajar bahwa seorang yang dewasa harus bisa menerima apapun yang diberikan kepadanya. Ini susah banget, karena terkadang kita cenderung meninggalkan sesuatu yang nggak kita suka,padahal mungkin di sisi lain itulah yang terbaik.
Kyaknya baru segitu aja yang bisa gw tuliskan dan yang gw pelajari untuk menjadi dewasa. Menjadi dewasa is worth a big challenge in life. we just live once, so be a good one. Mudah-mudahan masih banyak lagi yang bisa kita pelajarin sama-sama. Life is great, the way it should be. Belajar banyak hal dalam hidup akan membuat kita lebih baik, while being perfect just give you nothing.
So, good day!
wah tulisan2nya bagus dhin… berisi bu…
truslah menulis sapa tau jadi author yang handal suatu saat nanti..
November 23, 2009 at 8:24 pm
gw bingung mw komen apa, krn ini suruhan lo haha.
gw aminin keinginan lo aja deh ;D